Studi ini menganalisis terumbu karang di wilayah Bayahibe Republik Dominika tenggara dari tahun 2011-2016, di mana aktivitas pariwisata telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Terumbu karang ini, mirip dengan ekosistem terumbu karang lainnya di seluruh dunia, terancam oleh tekanan lokal dan global yang sering bertindak secara sinergis untuk menurunkan kesehatan terumbu. Sejak tahun 1975, strategi pengelolaan aktif dan pasif di kawasan tersebut telah mencakup penerapan kawasan perlindungan laut (KKL), mengurangi sumber polusi berbasis darat, membatasi lalu lintas kapal lokal, menegakkan zona larang tangkap, dan menghilangkan lionfish invasif. Selain itu, pada tahun 2011, seekor staghorn (Acropora cervicornis) pembibitan karang didirikan untuk melakukan kegiatan restorasi karang. Tujuan restorasi di sini fokus pada memaksimalkan pertumbuhan karang dan meminimalkan kematian koloni. Untuk mengukur tren kesehatan terumbu dari waktu ke waktu, empat indikator kesehatan terumbu dipelajari: tutupan makroalga berdaging, tutupan karang, biomassa ikan herbivora, dan biomassa ikan komersial. Biomassa ikan komersial dan herbivora adalah dua indikator kesehatan terumbu yang berkinerja terbaik. Biomassa ikan meningkat di ketiga lokasi penelitian. Tutupan karang di Bayahibe lebih baik daripada rata-rata di situs Karibia lainnya, meskipun ada peningkatan tutupan makroalga berdaging dari 2011 hingga 2016. Namun, nilai tutupan makroalga berdaging tidak dianggap buruk atau kritis dibandingkan dengan rata-rata terumbu Karibia lainnya. Ini bisa menjadi bukti stabilitas ekosistem karena tutupan karang hidup di Bayahibe dipertahankan meskipun penurunan diamati di tempat lain yang diperburuk oleh angin topan, penyakit hilangnya jaringan karang berbatu, dan peristiwa stres panas. Pendekatan konservasi Bayahibe dapat menjadi model bagi terumbu karang lainnya, khususnya di Karibia, di mana ancaman lokal terhadap terumbu karang meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi, ledakan pariwisata, dan pengembangan pesisir. Pemantauan kesehatan terumbu karang jangka panjang direkomendasikan untuk mengukur respons ekosistem terhadap strategi pengelolaan. Kemitraan publik-swasta dan jaringan KKL yang dikelola dengan tepat dapat membantu mengurangi tekanan lokal dan meningkatkan ketahanan ekosistem.

Penulis: Cortés-Useche, C., EA Hernández-Delgado, EA, J. Calle-Triviño, RS Blasco, V. Galván, & JE Arias-González.

Tahun: 2021

terbuka di jendela baruLihat Full Articlemembuka file PDF

PeerJ 9:e10925 doi.org/10.7717/peerj.10925

porno youjizz xmxx guru xxx Seks
Translate »