Sumber Daya Adaptasi Iklim Baru

Agustus 18, 2025

Kawasan Konservasi Laut (KKL) semakin terdampak oleh ancaman manusia dan iklim. Bahkan KKL yang dikelola dengan baik atau paling terpencil pun mengalami dampak kenaikan suhu permukaan laut, kenaikan muka air laut, dan badai yang lebih kuat. Pengelola KKL menghadapi tantangan baru, mulai dari pemutihan karang hingga erosi garis pantai, dan membutuhkan strategi yang adaptif dan berwawasan ke depan.

Untuk membantu para pengelola bersiap menghadapi tantangan iklim, Jaringan Ketahanan Terumbu Karang, bekerja sama dengan Program Karibia Utara The Nature Conservancy, menciptakan proses pembaruan rencana pengelolaan KKL agar lebih ramah iklim. Kerangka kerja baru ini dikembangkan dan diujicobakan melalui serangkaian lokakarya tatap muka dengan staf Bahamas National Trust, yang bertanggung jawab mengelola 33 taman di negara kepulauan tersebut.

Baru Toolkit Adaptasi Iklim Kerangka kerja ini dikembangkan untuk dibagikan kepada para manajer di seluruh dunia. Kerangka kerja ini memberikan gambaran umum tentang konsep-konsep kunci adaptasi iklim, serta panduan untuk menilai ancaman iklim, mengidentifikasi dampak, dan mengembangkan respons spesifik lokasi. Kerangka kerja ini mengintegrasikan perubahan iklim ke dalam semua aspek rencana pengelolaan dan dapat diadaptasi untuk lokasi mana pun. Hal ini memungkinkan para manajer untuk menyesuaikan pendekatan mereka dengan konteks ekologi, sosial, dan tata kelola setempat sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim. 

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang uji coba kerangka kerja ini di Bahama, baca studi kasus atau menonton webinar ini. Anda juga dapat mendengarkan Ellsworth Weir dan Alyssa Bastian dari Bahamas National Trust untuk mempelajari pengalaman mereka selama proses ini di artikel terbaru kami Episode podcast Reef ExchangesEllsworth dan Alyssa berbagi saran bagi para pengelola dan perencana kawasan lindung laut (MPA) yang baru mulai berpikir untuk memperbarui rencana pengelolaan agar lebih ramah iklim.

Logo Aliansi Alam Biru

Toolkit Adaptasi Iklim dikembangkan oleh Jaringan Ketahanan Terumbu Karang (Reef Resilience Network) dalam kemitraan dengan Aliansi Alam Biru dengan bimbingan dari Conservation International dan Administrasi Oseanografi dan Atmosfer Nasional (NOAA) Pusat MPA.

Berita Terkini