Pilih Halaman

Wabah penyakit karang epizootik, yang dikenal sebagai penyakit hilangnya jaringan karang berbatu (SCTLD), berdampak parah pada ekosistem terumbu karang di kawasan Atlantik-Karibia. Meskipun penyakit ini pertama kali diidentifikasi di terumbu karang Florida pada tahun 2014, kini penyakit ini telah menyebar ke sembilan negara dan wilayah di Karibia. Ilmuwan dan praktisi terumbu karang di lokasi yang terkena dampak telah berupaya mengembangkan dan menerapkan teknik intervensi yang ada dan yang baru dalam upaya menghentikan penyebaran penyakit, menjaga struktur dan fungsi terumbu karang, dan melindungi spesies langka. Dengarkan dari para ahli terkemuka tentang pengalaman mereka dengan pendekatan pengobatan SCTLD yang berbeda serta upaya baru yang menarik untuk mengembangkan pilihan pengobatan alternatif menggunakan bahan-bahan alami dan probiotik. Pembawa acara antara lain Dr. Karen Neely dari Nova Southeastern University, Dr. Marilyn Brandt dari University of the Virgin Islands, Mike Favero dari Ocean Alchemists LLC, dan Dr. Valerie Paul dari Smithsonian Institution.

Publikasi:

Webinar ini diselenggarakan bersama oleh Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA) atas nama Tim Kerjasama Karibia dari Upaya Respon SCTLD Florida dan Jaringan Ketahanan Terumbu Karang.