Pengenalan Polusi Air Limbah

Pipa Steve Spring Marine Photobank

Pencemaran air limbah merupakan ancaman yang semakin besar bagi manusia dan kehidupan laut dan merupakan persentase terbesar dari pencemaran pantai di seluruh dunia. ref Secara global, diperkirakan 80 persen air limbah - termasuk kotoran manusia - dibuang ke lingkungan tanpa pengolahan, melepaskan berbagai kontaminan berbahaya ke laut dan menyebabkan kerusakan langsung pada manusia dan terumbu karang. ref Penelitian menunjukkan bahwa pencemaran air limbah sering terjadi di sekitar terumbu karang di seluruh dunia karena pengelolaan air limbah yang tidak ada atau tidak memadai. ref

Terminologi: Limbah vs Air Limbah

Kotoran serta air limbah adalah istilah yang sering digunakan secara bergantian, tetapi ada perbedaan penting di antara keduanya. Kotoran (limbah manusia yang diangkut melalui saluran pembuangan) merupakan komponen utama air limbah, yang merupakan istilah kolektif untuk air bekas pakai komunitas atau industri. Air Limbah mengandung bahan terlarut dan tersuspensi dari berbagai sumber rumah tangga, komersial, atau industri termasuk bahan kimia, sabun, logam berat, nutrisi, dan limbah dari sistem saluran pembuangan dan non-saluran pembuangan (seperti tangki pengolahan septik).

Kami menyadari bahwa manajer dan praktisi kelautan kemungkinan lebih akrab dengan istilah kotoran ketika mempertimbangkan dampak utama terhadap terumbu karang, bagaimanapun, kami akan menggunakan istilah tersebut air limbah seluruh toolkit karena secara akurat menjelaskan berbagai sumber polusi yang berdampak pada terumbu karang. Menggunakan terminologi yang konsisten membantu memfasilitasi kemitraan dengan sektor lain, seperti sektor sanitasi.

Polusi Air Limbah di Seluruh Dunia

Sementara kota-kota pesisir besar di negara-negara berpenghasilan rendah merupakan sumber polusi air limbah yang signifikan, negara-negara berpenghasilan tinggi tidak terkecuali. Amerika Serikat saja setiap tahun mengeluarkan lebih dari 1.2 triliun galon tembusan (termasuk limbah mentah yang tidak diolah, limpasan air hujan, dan limbah industri) ke saluran air setiap tahun. ref

Petakan polusi limbah

Pencemaran air limbah pesisir yang terdokumentasi di 104 dari 112 area dengan terumbu karang. Sumber: Wear dan Vega Thurber 2015

Ketika air limbah memasuki laut dan bercampur dengan air laut, polutan tersebar dan diencerkan. Hal ini telah menyebabkan asumsi terus-menerus bahwa "solusi untuk polusi adalah pengenceran". Namun, peningkatan kontaminan baru yang tidak diatur serta peningkatan volume air limbah membatasi kapasitas laut untuk mencairkan kontaminan tersebut dan membuat konsekuensi polusi menjadi lebih parah. Geografi, populasi, infrastruktur, dan perubahan iklim semuanya dapat memengaruhi tingkat keparahan dampak pencemaran air limbah. Pencemaran air limbah dapat mengakibatkan ( terbuka di jendela baruLaut Bersama Kami):

  • Kerusakan fisik dan biologis terumbu karang, lamun, dan rawa asin. ref
  • Hilangnya jasa ekosistem pesisir, seperti pengendalian erosi, penyangga badai, dan tempat pembibitan ikan muda. ref
  • Mekarnya alga berbahaya yang membunuh kehidupan laut, menutup pantai, dan menyebabkan penyakit pada manusia. ref
  • Penyakit manusia dan hewan akibat patogen, logam berat, dan bahan kimia beracun. ref
  • Perikanan yang terkontaminasi, meningkatnya kematian ikan dan kerang, dan berkurangnya keanekaragaman spesies. ref

Tonton webinar tentang Mengatasi Ancaman Polusi Limbah Laut:

Sanitasi dan Air Limbah

Meskipun kemajuan sedang dibuat, banyak dari populasi global tidak memiliki akses ke sanitasi yang memadai untuk melindungi kesehatan masyarakat. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, pada tahun 2020, 45% populasi dunia tidak memiliki akses ke layanan sanitasi yang dikelola dengan aman, dan 6% melakukan buang air besar sembarangan. ref

Cakupan Sanitasi Global dari 2015 2020 JMP
Definisi tangga sanitasi JMP
Rincian cakupan sanitasi menurut wilayah JMP

Rincian cakupan sanitasi menurut wilayah (kiri atas) dan definisi tangga sanitasi (kanan atas). Cakupan sanitasi global dari 2015-2020 (bawah). Sumber: JMP

Sektor Air, Sanitasi, dan Kebersihan (WASH)

Kontak dengan kotoran manusia merupakan tantangan yang mendesak dan telah mendorong pengembangan sektor Air, Sanitasi, dan Kebersihan (WASH). Sektor WASH adalah bidang yang didedikasikan untuk melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan dengan menyediakan akses yang adil ke layanan air minum dan sanitasi yang aman dan andal. Ada banyak organisasi yang bekerja menuju tujuan ini, termasuk:

  • Agensi global seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dana Darurat Anak PBB (UNICEF), dan Bank Dunia.
  • Agensi pemerintahan seperti Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan United States Agency for International Development (USAID).
  • Organisasi nirlaba seperti Pusat Referensi Internasional WHO tentang Pasokan Air Masyarakat (IRC) dan Aliansi Sanitasi Berkelanjutan (SuSanA).

Sementara masalah pencemaran air limbah tampak menakutkan, upaya global untuk mengatasi tantangan ini telah menghasilkan peningkatan yang stabil dalam jumlah orang yang memiliki akses ke sanitasi yang aman selama lima tahun terakhir. Kemajuan ini dapat dikaitkan dengan:

  • Meningkatnya kesadaran akan pentingnya sanitasi.
  • Kemajuan teknologi dalam sistem sanitasi yang lebih baik, dan
  • Lebih banyak organisasi yang membantu masyarakat mengakses sistem ini.

Ketika kesadaran, penelitian, dan pendanaan terus tumbuh dan upaya sektor WASH berkembang, pengelola kelautan dapat membantu membentuk upaya ini untuk memberi manfaat bagi manusia dan terumbu karang.

porno youjizz xmxx guru xxx Seks
Translate »